Monday, December 28, 2009

Biarkan Aku

Memandang nun jauh ke atas sana
Purnama terlihat terangi malam yang resah
khayalku terbawa kenangan akan dirimu
sejuk angin menerpa anganku hingga terbawa suasana
menghapus segala hasrat yang perah ada

Banyak perubahan yang terjadi di antara kita
sungguh tak mungkin aku kembali ke dalam pelukanmu
aku kan terbiasa meniti hari tanpa kehadiranmu
wajah cantik dan senyum manismu takkan bisa
membuatku berpaling lagi padamu

Sudahlah, jangan kau hadir lagi dalam hidupku
jangan pernah kau sik lagi semua mimpiku
biarkan aku berdiri dan melangkah pergi
menjauh dan lepaskan semua cerita cinta kita

Sunday, December 13, 2009

DENTING PERPISAHAN

Malam ini bulan di atas genting terhalang awan hitam
kala petikan senar gitar mengiringi jertan suara hati
mencipta lantunan nada-nada kepekatan gundah
kau menatap lama bersama bening air mata membasah kedua pipi



Semilir angin kemarin masih terasa getarannya
saat kau ucapkan selamat tinggal begitu lirih di telinga
meski perlahan-lahan getarannya pudar dan menghilang
nuraniku tetap belum mampu merelakan kehilangan



Nada demi nada berdenting dan berlalu menghilang
terseok lunglai kau membawa sebongkah hati yang retak
menyeret langkah pergi tanpa sekalipun menoleh ke belakang
meninggalkan guratan luka dan lara dalam pelukan

MIMPI

“Din, semalam saya mimpi kalo Budi datang ke sini. Biasanya kalo mimpi begitu berarti dia gak bakalan datang lagi ke sini.”
kata temanku saat kami bangun subuh.



Entah kenapa tahu-tahu nama dan bayang dirimu muncul dan merajah angan. Ya, dirimu! Selama ini senyumanmu, candamu, wajahmu dan segala tentang dirimu selalu hadir menemani tidurku.



Apakah hal ini juga berarti pertanda bahwa dirimu takkan pernah hadir lagi di sisiku tuk melewati ruang dan waktu kehidupan yang tang berbatas?